Tiap kali saya bepergian ke satu tempat, yang pertama kali saya tanya ke Oom Google pasti "bookstore","used bookstore", dan "book fairs". Sependek apapun waktu kunjungan saya di satu tempat, saya pasti cari toko buku. Apalagi kalau lama sampai hitungan tahun kayak sekarang, karena itu berkaitan sama 'sanity' saya ....:-P.Buat Toronto, toko buku nggak perlu diragukan. Tapi waktu saya cari informasi tentang book fair- dari guide book dan dari internet- yang cukup sering keluar adalah "Words On The Street Festival."
Karena di banyak guidebook digadang-gadang sebagai "books and magazine festival", bayangan awal saya, WOTS ini kayak Boekenfestijn, pesta buku super murah yang digelar tiap dua bulan sekali di Belanda ( cerita lain, yaaa....). Tapi, setelah saya browse lebih jauh dan official site-nya untuk tahun 2010 keluar, ternyata tagline yang dibawa "Canadian biggest literary festival". Nah, di sini saya baru penasaran. Kalau tagline-nya begitu, harusnya lebih dari sekedar jual buku murah.
Tahun 2010 ini, WOTS digelar tanggal 26 September. Hari Minggu, cuma satu hari, dan cuma 7 jam, dari jam 11 siang sampai jam 6 sore.Tempatnya di Queen's Park, masih satu area sama Universitas Toronto dan gedung legislatif propinsi Ontario. Queen's Park memang sering dipakai buat event-event publik seperti itu. Jauh-jauh hari, tanggal itu udah saya kasih tanda di kalender. Udah juga nyiapin beberapa alasan lucu kalau-kalau pass....di tanggal keramat itu saya mendadak mau dipergikan dari Toronto . Biarpun belum yakin kayak apa bentuk si WOTS sebenernya, dari kondo saya bawa 'senjata' ransel gede saya, plus 2 tote bag besar yang khusus saya beli di toko buku ( info penting-nggak-penting: tote bag buat buku biasanya jauh lebih kuat). Kebetulan hari itu, para peramal cuaca di Kanada salah tebak lagi soal cuaca di Toronto. Yang digosipin bakal hujan dan dingin, ternyata cerah cenderung panas. Baguslah. Cocok buat festival outdoor. Selain di Toronto, WOTS juga digelar di empat kota besar di Kanada.
Tapi, seperti kata Forrest Gump, " life is like a box of chocolate. You never know what you'll get". Nothing's prepared me for what I was gonna find in Queen's Park. Begitu sampai, saya langsung 'ngeh' kalau ini bukan pesta buku biasa. Gini deh, satu toko buku aja- kecil atau gede- udah cukup bikin saya ( dan semua bookoholic) panik. Nah, gimana kalau yang ada di depan mata, SATU taman kota ukuran XL yang penuh sama tenda-tenda yang isinya buku, buku dan buku ?
Ralat!
Nggak cuma buku, tapi ada juga majalah, jurnal-jurnal yang umumnya jurnal sastra, komik, koran....pokoknya semua yang bisa dibaca! Malah tahun ini ada stand khusus buku digital.
Sebelum saya kalap ambil kanan ambil kiri, saya memutuskan buat muterin Queen's Park dulu satu lap buat lebih mempelajari medan kayak mau perang ( bener juga sih: perang hawa nafsu khusus para bookoholics !).
Bedanya sama booksale biasa, nggak semua buku di WOTS ini dijual murah biarpun hampir semuanya didiskon. Rata-rata diskonnya 20-30%. Diskonnya nggak terlalu besar, karena memang bukunya buku baru, mint condition. Diskon segitu juga udah lumayan dibandingin harga toko buku. Tapi, bukan berarti nggak ada 'bonusnya', lho.....
Inti dari WOTS yang tagline-nya jelas-jelas 'literary festival' adalah mempertemukan semua pelaku dan pencinta sastra di satu tempat, satu hari, selama 7 jam itu. Jadi, di sini penerbit berinteraksi langsung sama end-users, tanpa perantara toko-toko buku. Yang istimewa, sebagian besar penerbit yang ada di WOTS ini asli penerbit Kanada, dengan produk literatur asli Kanada. Saya bilang istimewa karena sebagai frequent flyer toko-toko buku komersial di Toronto, saya lihat karya-karya sastra Kanada -klasik ataupun kontemporer-masih dibayang-bayangi tetangga sebelahnya yang memang suka nggak suka masih lebih jago menguasai selera pasar internasional. Jadi, di WOTS saya lihat banyak buku yang nggak pernah saya lihat di toko-toko buku komersial. Waktu saya ngobrol sama beberapa penerbit, mereka mengakui memang biasanya mereka nggak masok banyak ke toko-toko buku, sesuai demand. Atau, ada juga buku-buku yang nggak dijual di toko buku biasa, tapi langsung ke pihak-pihak yang memang butuh, misalnya ke sekolah-sekolah atau universitas.
Yang saya kagum, para "SPG/SPB" penerbit itu bener-bener knowledgeable tentang produk-produk yang mereka jual. Jadi, dialog sama pengunjung yang notabene juga calon pembeli betul-betul tentang isi buku. Pengunjung ditanya sukanya buku apa, terus berdasarkan jawaban itu dikasih saran sebaiknya baca yang mana lagi. Yang paling heboh stand-nya Random House. Major publisher ini bener-bener all out, sampai bawa buku-buku yang belum masuk ke toko-toko buku karena baru selesai dicetak setelah diterjemahin, atau buku-buku yang sehari-harinya malah belum dipasarkan di Kanada. Dan para SPG/SPB-nya juga 'jujur', jadi nggak asal promosi supaya bukunya dibeli. Waktu saya ambil dua buku karya Hans Fallada ( penulis Jerman yang karya-karyanya baru saya baca tahun ini), saya ditanya apa bener saya mau beli dua-duanya, apalagi harganya juga lumayan mahal ( biarpun udah didiskon). Saya jawab apa adanya, kalau memang saya suka historical setting-nya Hans Fallada, yang selalu mengambil setting era Third Reich di Jerman. Apalagi saya tahu persis kalau satu dari dua buku itu belum ada di toko buku.Si Bapak SPB yang penampilannya lebih mirip profesor itu lantas bilang kalau karya-karya Hans Fallada itu content-nya beda satu sama lain, biarpun setting-nya sama. Ada yang cenderung historis-filosofis, ada yang mengarah ke romance, ada yang rebellious. Nah, ini informasi berharga buat saya.
Ada juga beberapa toko buku secondhand yang udah punya nama di Toronto yang buka stand buku murah di sini. Tapi, kali ini stand-stand itu saya skip dulu, karena bisa saya datangi sewaktu-waktu.
Selain stand-stand para penerbit dan toko buku, yang nggak kalah menarik stand-stand komunitas sastra. Dengan dateng langsung ke WOTS, saya jadi tahu kalau komunitas sastra di Toronto sangat hidup. Soalnya ada Toronto Romance Writers Association, ada komunitas penulis horor, sampai komunitas penulis sci-fi. Nggak cuma itu, ternyata ada juga beberapa LSM khusus sastra. Salah satu yang paling aktif, yang bergerak di bidang 'challenged books', alias buku-buku yang pernah dilarang.
Perpustakaan-perpustakaan di Toronto juga nggak ketinggalan, tampil nggak kalah heboh dari stand-stand komersial. Dari sini saya baru tahu kalo ada satu cabang public library di Toronto yang punya wing khusus buku cerita anak-anak edisi perdana, donasi dari seorang pustakawan asal Inggris yang jaman dahulu kala ceritanya terkesan sama koleksinya Toronto Public Library. Stand ini tampil atraktif banget dengan merchandise cerita-cerita klasik yang based on ilustrasi klasik. Hmmm....TKP berikut yang perlu diinspeksi, nih....
Highlight dari WOTS, nggak lain dan nggak bukan ya sesi book reading dan book signing langsung dari para penulisnya. Dua aktivitas ini berlangsung sehari penuh. Di tenda-tenda khusus di bagian tengah Queen's Park, para penulis gantian buat sesi book reading, jadi mereka share bagian-bagian tertentu dari bukunya, disambung meet and greet sama audience dan tentunya book signing. Tapi, karena penulis yang punya sesi khusus ini jumlahnya sampai puluhan, ya nggak mungkinlah saya ikutin semuanya! Nanti nggak bisa shopping. Jadi, saya hop on hop off aja dari satu tenda ke tenda yang lain. Yang paling seru adalah book reading di tenda khusus buku anak-anak, karena penulisnya harus bisa baca sesuai karakter-karakter yang ada di bukunya.
Penulis yang datang ke WOTS ini banyak banget, dan jangan salah, rata-rata penulis papan atas yang sudah punya nama internasional! Tapi memang namanya penulis, secara fisik mereka seringkali 'nggak kasat mata' di tengah publik. Dan di WOTS ini, para penulis nggak selamanya ada di 'podium'. Justru mereka bener-bener mingle.Di beberapa stand, para penulis turun tangan langsung melayani pembeli. Malah, ada beberapa penulis yang langsung ngajak ngobrol calon pembaca yang lagi mikir-mikir mau beli bukunya, atau tanya-tanya pendapat pembaca yang sudah pernah baca buku yang mereka tulis. Kayaknya buat riset pasar langsung, ya. Jadi, jangan kaget kalau di WOTS ini, tahu-tahu kita diajak ngobrol sama orang yang fotonya ada di cover belakang buku yang lagi kita pegang. Buat saya yang bisa lebih heboh kalau ketemu penulis favorit saya daripada kalau ketemu bintang film kecuali mungkin Zac Efron, ini jelas pengalaman seru! Saya juga sempet liat kok beberapa pengunjung yang sampai nyaris histeris ketemu penulis favoritnya....
Yang lucu, kelakuan para 'literary red carpetters' ini juga beda-beda. Ada yang banci tampil. Dengan super pede promosiin bukunya terus bilang, " Saya penulisnya. Mau ditandatangan nggak bukunya?" Ada yang malu-malu. Biasanya malah temennya yang buka rahasia, " Dia lho yang nulis buku ini. Mau ditandatangan sekalian, nggak?" Hihihi....
Yang paling 'seleb' Yann Martel, penulis 'The Life of Pi". Dia yang terakhir signing menjelang WOTS selesai. Antriannya panjaaaang....a la antrian sembako. Tapi yang jelas, semua penulis ramah dan seneng banget kalau diajak ngobrol sama pembaca yang antusias sama bukunya.Satu lagi yang buat saya terkesan, waktu ngomong, mau itu public speaking atau one-on-one, pilihan kata mereka sangat elegan!
Setelah kenal 'medan', akhirnya saya putuskan buat beli buku-buku yang nggak pernah atau jarang banget saya liat di toko buku. O ya, sama buku-buku yang selama ini saya pandangin dengan muka mupeng di toko buku tapi belum kebeli--dan bisa ditandatangan langsung sama penulisnya! Kalau ada 'bonus' kayak gini, nggak apa-apa deh bayar penuh. Semua bookoholics pasti tahu dong, value-nya buku yang sudah ditandatangan penulisnya!
Waktu mulai 'belanja', saya sempet panik. Habis, sampai jam 1/2 5 sore atau cuma 1 1/2 jam sebelum WOTS selesai, saya baru ngiterin setengah lap! Bookoholics milih buku kan sama rigidnya kayak fashionista milih baju.
Berapa buku yang saya ajak pulang? Hihihi....you don't wanna know.....pokoknya cukup bikin saya terseok-seok jalan ke stasiun subway terdekat yang untungnya deket banget, bareng-bareng sama pengunjung lain yang semuanya pada jadi Mr & Miss Jinjing kanan kiri, plus backpack gede yang udah super bulky.
Nggak semua buku itu saya beli, lho. Soalnya banyak penerbit yang ngasih bonus. Yang umum, beli satu boleh pilih satu buku gratis ( dari kumpulan buku tertentu). Tapi ada juga yang spektakuler. Di satu stand penerbit yang spesialisasinya buku tentang Toronto, pengunjung yang beli satu buku dapet bonus satu goody bag yang isinya 4-5 buku, GRATIS! Syaratnya cuma satu: goody bag-nya nggak boleh diintip dulu. Jadi bener-bener lucky draw. Tapi nggak masalah karena buku-buku yang ada di goody bag itu pun buku-buku pilihan yang bagus-bagus. Seumur-umur beli buku, baru sekarang nih saya beli satu dapet bonus 5 buku gratis!
Cuma sekali setahun, satu hari, dan 7 jam....tapi ini literary festival paling glamor yang pernah saya temui. Buat para bookoholics di mana aja, WOTS is definitely a must-see.....
Glek.
ReplyDeleteSpeechless.
Mupeng.
Iri.
Lap iler.
Sigh.
Yann Martel? I love Yann Martel. Baca terjemahannya aja sampe ngakak2 gimana gitu dengan kegilaan ceritanya.. dan bersyukur yang nerjemahinnya cukup 'cerdas' milih kata.
Nangis kejer.
Huaaaaaaa... di sini ga ada yang begituan!!!
Hihihi....aku tahu kamu pasti akan heboh....
ReplyDeletePitseeee.....
Selama gue ngider-ngiderin Queen's Park, gue nggak berenti nyebut nama kalian satu- satu...: Pitse- Flora- Kak Ruri- Renne....I wish you were all here......
Ini event nggak pernah dieksplor ( biarpun selalu disebut) di semua guidebook tentang Toronto. Website-nya ada. Tapi baca di website sama dateng sendiri ke TKP....wuaaaaa.....bedanya jauuuuuh.....Aslinya bener-bener out of this world.....ini 'harta karunnya' Toronto ....
Yann Martel?
Emang 'gila'. Dan ternyata cukup banyak Canadian Writers yang 'gila'. Wah, kalo lo ngeliat orangnya langsung pasti lu tambah kejer. For starter, lumayan ganteng. Friendly lagi. Ga tau deh tuh signing-nya sampe jam berapa karena satu orang aja 2-3 menitan. Soalnya pasti foto bareng, pasti ngobrol....Yang jelas sampe gue balik dia masih signing tuh....dan antriannya masih nambah terus...
Eh Pitse, nanti kalo lo punya buku, kira-kira bakal jadi yang narsis ato yang malu-malu? Hihihi....