Saya ini paling penakut kalau harus nonton film horor. Nah, sekarang ini, di Toronto ada satu film 'aduhai' yang mau premier di bioskop-bioskop komersial. Kenapa saya bilang 'aduhai', karena waktu tayang di Toronto International Film Festival 2010, bulan September kemarin, 911 sampai harus dipanggil karena ada beberapa penonton yang pingsan, atau mengalami gejala-gejala nervous dan claustrophobic yang lain. Makanya, menjelang tayang di bioskop-bioskop komersial, koran gratisan Metro Toronto sampai khusus bikin artikel survival kit nonton film ini. Judul filmnya : 127 Hours.
Memang ada apa sih sama film ini?
Melihat 'aftermath'-nya seheboh itu, saya otomatis langsung menyatakan diri WO sebelum tahu ini film tentang apa. Sama kayak waktu saya baca kalau Paranormal Activity bikin Stephen King ketakutan.Plot film ini cukup sederhana. Tentang Aron Ralston, seorang pendaki gunung yang terperangkap sendirian selama 127 jam itu ( hmmm....berapa hari, ya?). Ngomong-ngomong, ini kisah nyata, lho.... Tangannya tertindih batu besar, dan akhirnya dia harus mengamputasi sendiri tangannya pakai pisau gunung sebagai satu-satunya alat. Anastesi? Forget it! Konon, adegan amputasi ini yang bikin penonton pada pingsan, atau minimal claustrophobic, deh. Soalnya, sang sutradara- Danny Boyle- memang sengaja bikin adegan 'sakral' itu sedekat mungkin sama aslinya, nyaris as is, karena pada kenyataannya, Ralston butuh waktu 45 menit buat mengamputasi tangannya. Jadi, memang sengaja adegannya dibuat berjalan lambat. Karena Boyle udah cukup bikin saya merem beberapa kali pas nonton Slumdog Millionaire, makasih deh buat yang satu ini.....Saya serahkan saja pada ahlinya
Mungkin satu-satunya 'sisi terang' dari film ini adalah pada kenyataannya, Ralston selamat dan sampai hari ini masih nggak kapok jadi petualang. Tentunya dibantu tangan palsu. Fakta ini juga yang disarankan ke semua calon penonton buat diingat-ingat, yang diharapkan bisa mengurangi kehebohan aftermath-nya.
Survival kit yang dibikin METRO Toronto gak tanggung-tanggung. Nggak kalah sama survival kit orang yang mau naik gunung beneran! Mulai dari saran bawa barf bag ( buat yang kepaksa muntah), squeeze ball( buat yang claustrophobic), smelling salts (buat yang gampang pingsan), tablet anti pusing dan anti mual, sampai lampu senter kecil ( buat yang mau kabur dari ruang bioskop biar ga kesandung-sandung). Yang terakhir itu saya banget. Belum lagi sederetan warning ajaib yang udah mirip sama warning di antrian roller coaster. Kalo bisa jangan nonton sendirian. Ibu hamil disarankan jangan nonton. Yang punya penyakit jantung sama asma hati-hati. Pastikan HP ga low batt biar sewaktu-waktu bisa nelepon 911. Astaga.....
Kalo hari-hari ini saya liat ada ambulans parkir di depan bioskop-bioskop kayaknya saya bisa nebak deh ada kejadian apa.....
Jadi, siapa yang mau nonton.....?