Hari Jumat kemarin, ada yang lain. Di tengah-tengah iklan sale berbagai department store dan toko-toko elektronik yang nggak begitu banyak pengaruhnya buat saya, dalam ukuran yang lebih kecil tapi cukup eye-catching bertengger iklan "Giant Warehouse Booksale, 70% off!" Oh la la....apa pula ini?
Iklan itu langsung saya scan lengkap sama radar bookoholic saya. Hmmm...TKP di satu tempat yang namanya Fairmount Books, lokasi di Markham. Udah masuk Toronto coret, sih, tapi mestinya masih terjangkau sama angkot. Setelah saya ber-google-ria, ternyata Fairmount Books itu salah satu distributor buku utama di Toronto, dan lokasinya juga masih accessible pakai angkot, biarpun mesti jalan sedikit. Dengan kondisi cuaca di Toronto yang udah defisit ( minus, maksudnya....), jarak penting banget. Kalau kejauhan, saya terpaksa nyiapin budget khusus naik taksi yang- dengan jarak segitu- bisa dipakai makan 3 kali di restoran satu atau dua kelas di atas KFC.
Berhubung si sale raksasa ini cuma 3 hari- Jumat, Sabtu, Minggu- saya pilih hari Sabtu karena jam buka yang cukup panjang dan jadwal angkot yang masih sama kayak hari kerja. Soalnya sekali lagi, kelamaan nunggu angkot di tengah-tengah cuaca a la Frosty the Snowman bukan ide bagus, apalagi saya belum familiar sama TKP-nya. Akhirnya, setelah nggak sengaja ber-slow-travel- ria karena sempet kelewatan tempat turun ( cerita lain, yaaa....), sampai juga saya di TKP.
Selama ini saya selalu dibuat surprise sama segala macam booksale, bookfair, dan literary festival yang ada di Toronto. Nah, si Giant Warehouse Booksale ini juga sukses bikin saya 'panik'. Pertama, sesuai sama terjemahan harfiah kata 'warehouse' yang artinya 'gudang', booksale ini bener-bener mengambil tempat di gudang! Tentunya gudang si Fairmount Books itu.
Setting-nya sederhana sekali. Jauh lebih sederhana dari Boekenfestijn yang nggak pernah absen saya datangi di Belanda dulu. Buku-buku cuma ditata vertikal dalam keranjang-keranjang plastik yang ditaruh berderet-deret di atas rangkaian meja yang diatur memanjang. Pengaturannya juga acak, nggak dikategorisasi, kecuali buku anak-anak yang dipisahkan dari buku untuk dewasa. Di deket pintu masuk, udah ada tumpukan kardus besar yang boleh diambil buat tempat buku yang dipilih. Setelah itu, silakan, happy hunting!
Wah, book hunting a la pasar loak begini saya memang paling suka! Soalnya seringkali ada 'kejutan'. Seperti biasa kalau ke bookfair, saya scanning dulu sebelum mulai 'beraksi'. Di sini, saya dapet surprise yang kedua. Ternyata lumayan banyak buku-buku yang selama ini saya lihat di Chapters-Indigo, major chain-nya toko buku di Kanada! Dan seperti juga yang saya lihat di Indigo, rata-rata masih dalam bentuk hardcover. Bedanya, yang ini diskon 70%!
Karena menjelang Natal, banyak banget pengunjung yang hunting dengan 'ganas'. Setiap saat kedengaran suara kardus diseret, pertanda yang punya kardus udah keberatan karena isinya udah penuh.Sebagai bookoholic, buat saya itu pemandangn indah. Biarpun (katanya) ini era digital, ternyata masih banyak aja tuh yang pada beli buku, malah dijadiin hadiah Natal! Ada juga beberapa pengunjung yang lebih kreatif: bawa dorongan sendiri dari rumah. Iiih....nyesel deh saya nggak bawa dorongan yang biasa saya pakai belanja ke supermarket!
Seumur-umur, baru sekali ini saya overwhelmed di bookfair. Masalahnya, gudangnya bener-bener super gede. Setelah sempet hunting di beberapa deretan, saya berkali-kali nemuin judul yang sama. Ini jelas efek buku yang diatur per kategori itu. Tapi, nggak lama kemudian, saya lihat ada beberapa deret rak besi superpanjang di satu sisi gudang. Setelah saya perhatikan, ternyata isinya buku-buku yang ada di meja-meja itu! Saya langsung ganti strategi karena biarpun penataannya juga nggak seteratur di toko buku, paling nggak judul buku yang menghadap keluar bikin pengunjung lebih nyaman browsing. 'Korban-korban' saya kali ini, rata-rata memoir dan otobiografi yang harganya di Indigo masih nggak sopan, apalagi harga Kanada-nya! O iya, tentunya sale model begini saya manfaatkan buat beli buku anak-anak. Saya memang penggemar buku anak-anak, cuma buat beli, saya mesti nunggu sale karena harga buku anak-anak justru paling mahal.
Sebenernya, booksale ini bakal 'sempurna' kalau penyelenggaranya menyediakan satu hal 'kecil' seperti yang ada di Boekenfestijn. Di pesta buku a la Belanda itu, selain keranjang dan troli sekalian, disediakan juga setumpukan kertas yang tulisannya "Please Do Not Touch!" dalam 3 bahasa: Belanda, Inggris dan Perancis. Jadi, pengunjung bisa meninggalkan keranjang yang udah penuh, disisipi kertas ajaib itu, terus ambil keranjang baru dan hunting lagi tanpa takut keranjangnya bakal dikosongin petugas. Asal inget aja di mana dia naro keranjang yang sebelumnya!
Sayangnya, di giant booksale ini nggak ada yang seperti itu. Di beberapa tempat dan pojokan, saya memang liat ada kardus yang udah penuh. Mungkin yang punya kardus lagi hunting lagi. Tapi, saya nggak mau ambil resiko ninggalin kardus saya. Kalau tahu-tahu ada petugas yang kerajinan, bisa setengah mati saya nyari-nyari bukunya lagi.
Setelah melalui seleksi super ketat, akhirnya saya 'menyerah'.'Best buy' saya kali ini: biografi Irene Nemirovsky, penulis asal Perancis yang meninggal setelah dideportasi Nazi ke Auschwitz, biografinya Audrey Hepburn- aktris legendaris dan fashion icon favorit saya- yang ditulis putranya sendiri dan memang lagi saya cari-cari, dan buku keren "Showing Up for Life: Thoughts on the Gifts of A Lifetime", karangan Bill Gates Sr., alias papanya Bill Gates Jr. yang kita "kenal".Dari observasi saya, buku itu nyaris nggak mungkin menyusut jadi paperback, jadi saya happy berat bisa beli dengan harga diskon. Belajar dari pengalaman, saya pastikan juga buku-buku yang saya nyatakan lolos seleksi bisa muat di backpack dan dua tote-bag yang saya bawa, senjata andalan kalo bookhunting. Apalagi mengingat saya mesti jalan kaki dulu ke stop-an bis yang jaraknya sekitar 5 menitan, tapi dengan hawa yang saingan sama freezer saya di rumah, hihihi....
Di kasir, saya mendapat kejutan ketiga.
Diskon ini memang nggak main-main. Para kasir juga jago ngasih 'shock therapy'. Mula-mula, pembelian kita ditotal dengan harga sesungguhnya. Harga sebelum diskon itu terus dikasih tahu ke kita, yang jelas potensial buat bikin pingsan. Tapi setelah itu, si kasir ngasih tau seberapa banyak yang kita save dengan adanya diskon gila-gilaan itu, yang nominalnya juga potensial buat bikin pembeli pingsan kedua kalinya! Sebagai bandingan, angka awal total pembelian saya turun 4 angka setelah didiskon! Nggak ketinggalan, guru SD cantik yang bayar setelah saya juga ketawa-ketawa senang karena bisa saving banyak banget setelah borong buku buat dibacain ke murid-muridnya ( baik amat ya....)
Setelah saya tanya ke si kasir, ternyata giant warehouse booksale ini acara tahunan. Jadi memang selalu diadakan menjelang Natal.
Wow.....see you next year, deh.....
Kayaknya tahun depan saya mau bawa dorongan.......











